Gairah FOSS 3 Tahun Lalu

FOSS
Gairah FOSS 3 Tahun Lalu. Judul ini diberikan dan sekaligus yang memposting foto tersebut di Timeline Facebook Pak Yosep. Foto ini seakan membawa kenangan 3 tahun lalu tentang semangat kami membangun kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan FOSS di daerah Madiun. Meskipun hanya sebagian saja yang masih aktif, tapi sebenarnya semangat FOSS terus disuarakan kepada masyarakat umum melalui beberapa organisasi sosial seperti RTIK. Ini membuktikan bahwa tidak hanya KPLI yang berperan tapi sebenarnya jika ditelusuri lagi ternyata masih ada yang peduli tentang FOSS.

Karir dan Pekerjaan


Rp 100,000

KARIR dan PEKERJAAN

Sudah tahukah Anda perbedaan antara karir dan pekerjaan? Selama ini, kebanyakan orang mengira bahwa pekerjaan maupun karir itu sama. Padahal dalam kenyataannya, keduanya memang serupa, tapi tidak sepenuhnya sama.

Persamaaan antara karir dan pekerjaan adalah keduanya sama-sama mata pencaharian. Orang yang sudah memiliki karir, tentunya juga mempunyai pekerjaan. Sementara, orang yang memiliki pekerjaan belum tentu mempunyai karir.

Definisi Pekerjaan dan Karir

Sekarang kita coba lihat perbedaan antara pekerjaan dengan karir dari definisinya (artinya). Pekerjaan merupakan rutinitas harian yang dijalani oleh seseorang, supaya memeroleh nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Kebutuhan yang dimaksud, seperti pangan, sandang, pangan, pendidikan, dan juga kesehatan. Karir adalah pekerjaan yang mempunyai kriteria jenjang peningkatan jelas dalam periode waktu yang bisa diprediksi. Peningkatan yang dimaksud tentu pada akhirnya berkorelasi dengan penghasilan.

Coba saja perhatikan di sekitar kita, begitu banyak orang yang mempunyai pekerjaan. Tentunya, mereka lebih beruntung jika dibandingkan dengan orang-orang yang menganggur tidak punya pekerjaan.  Pekerjaan yang dimaksud di sini baik yang terbuka maupun terselubung. Meskipun begitu, mereka belum tentu mempunyai karir yang jelas.

Sebagian besar  pekerjaan “kerah biru” hanya pekerjaan tanpa karir. Contohnya saja, buruh tani, tukang becak, pemulung, pelinting rokok, dan masih banyak yang lainnya. Sementara, ada pula pekerjaan “kerah biru” lainnya yang bisa jadi memiliki karir. Misalnya, ahli mekanik kendaraan bermotor, mulai dari magang sampai montir ahli, bahkan pemilik bengkel.

Contoh lainnya lagi, seperti ahli bangunan yang bisa terus meningkat mulai dari kuli, tukang, mandor, bahkan bisa saja menjadi kontraktor. Di sisi lain, hampir semua pekerjaan “kerah putih” mempunyai karir. Namun, masalahnya adalah ada yang cepat meningkat dan ada pula yang lambat.

Apabila selama bertahun-tahun lamanya, kita hanya bisa mengerjakan pekerjaan yang sama, tanpa ada peningkatan kerja, imbasnya akan terlihat pada penghasilan. Jika kemampuan dan tanggung jawab kita pada pekerjaan berubah, penghasilan juga meningkat. Namun, jika sama sekali tidak ada peningkatan dari kemampuan dan tanggung jawab atas pekerjaan, imbasnya adalah penghasilan akan stagnan.

Jadi, karir cemerlang akan bisa terwujud dengan mudah, apabila ada kemauan  dan usaha yang keras dari diri kita sendiri. Kesuksesan ditentukan oleh diri kita sendiri bukan orang lain.

Apa yang bisa membuat seseorang bisa mempunyai karir cemerlang, sedangkan yang lain tidak? Jawabannya adalah upaya peningkatan terhadap pekerjaan itu sendiri. Untuk itu, seharusnya kita mengganggap pekerjaan sebagai anugerah. Dengan begitu, diri kita akan terdorong untuk melakukan hal terbaik atas anugerah yang telah didapat tersebut.

Antara Pekerjaan dan Karir

Hal yang paling logis dari seseorang dalam bekerja ialah meraih karier sampai ke puncak. Namun, persoalannya adalah saat sang pekerja tersebut pada awalnya mempunyai semangat tinggi dalam bekerja, tiba-tiba dihadapkan dengan realitas yang tidak bisa dihindari, misalnya saja, mempunyai atasan yang pilih kasih, kesempatan yang minim untuk berkarier. Alhasil, lama kelamaan pengaruh eksternal tersebut akan menggerus semangat internal untuk berkarier.

Di sisi lain, ada paradigma yang salah dalam benak seseorang tersebut dalam menjalani karier pribadinya. Paradigma yang sering muncul, seperti “Tujuan saya bekerja sekarang ini adalah supaya di masa depan nanti sudah ada jaminan pensiun”.Paradigma tersebut merupakan paradigma yang sulit untuk dijelaskan secara logika.

Bagaimana bisa dijelaskan secara logika, bila paradigma ini muncul dari seseorang yang umurnya baru 25 tahun atau baru bekerja, dalam benaknya langsung terpikir tentang pensiun? Lalu, mau dikemanakan waktu produktif selama 20-25 tahun bekerja?

Paradigma ini sering muncul, pada benak seseorang yang sulit mencari pekerjaan. Harus kita akui, tidak semua perusahaan menyediakan kesempatan yang sama bagi setiap karyawannya untuk berkarier sampai ke puncak. Apalagi dalam situasi saat ini, terjadi pembengkakan biaya operasional dan serbuan produk-produk pesaing dari mancanegara.

Keamanan Pekerjaan

Saat ini, sebagai besar perusahaan di Indonesia tengah berjuang untuk mengatasi kesulitan yang menghampiri, sebelum memikirkan karier karyawannya. Kenyataan seperti ini, melahirkan kecenderungan berkarier yang tidak sehat atau bahkan pasrah dengan keadaan.

Dengan demikian, karier dianggap seakan-akan sebagai urusan eksternal yang dipengaruhi oleh kondisi perusahaan. Persoalan karier merupakan urusan dan hak perusahaan yang diberikan kepada karyawannya. Perusahaan yang menentukan jenjang dan posisi apa kedudukan karyawan tersebut.

Anehnya kecenderungan tidak sehat ini, bukan hanya menimpa perusahaan bermasalah, melainkan juga perusahaan yang sehat dan tumbuh. Kebanyakan karyawan pasrah dengan kondisi ini terhadap nasib kariernya. Mayoritas dari mereka beranggapan bahwa karier pribadinya tersebut bergantung pada kebaikan perusahaannya.

Pandangan yang tidak sehat ini disebut dengan keamanan pekerjaan. Keamanan pekerjaan menerangkan bahwa faktor eksternal (perusahaan) lebih berperan ketimbang faktor internal (diri sendiri). Paradigma ini semakin memperkuat bahwa modal utama membeli keamanan atas pekerjaan, seperti kedisplinan, kerja keras, senioritas, dan sikap menurut. Karier merupakan urusan dari perusahaan, sementara karyawan bisa menunggu kesempatan untuk meraih posisi (jenjang) tersebut.

Dalam jangka panjang, keamanan pekerjaan akan berakibat fatal. Karyawan, lama-kelaman sama halnya seperti robot yang semua kompetensinya diarahkan dan diatur oleh perusahaan. Karyawan, lama-kelamaan kreativitasnya akan mati dan semangat persaingannya hilang, aktivitas optimal dalam usia produktif yang penuh dengan kreativitas, inovasi, dan imajinsi terbungkam. Hingga akhirnya, karyawan hanya lah seorang pekerja yang bersandar pada pekerjaan rutin dan sekadar fungsi administrative.

Keamanan Karier

Keamanan karier (career security) adalah kebalikan dari keamanan pekerjaan. Keamana karier berpendapat bahwa urusan karier merupakan urusan pribadi. Perjalanan karier tersebut dipilih dan ditentukan berdasarkan keinginan diri sendiri (internal). Sementara perusahaan perusahaan (eksternal) adalah wahana untuk menapaki kariernya.

Paradigma keamanan karier, didasarkan pada tujuan bekerja untuk memperbaiki diri dengan mengasah kemampuan diri, supaya di tempat kerja menjadi karyawan yang berprestasi.

Kemanan karier sangat berguna sebagai motivasi kita untuk menciptakan persiapan secara internal dalam menghadapi perubahan kondisi yang ada di luar. Keamanan karier memang mudah untuk didefinisikan, tapi perlu konsentrasi tinggi untuk merealisasikan.

Keamanan karier adalah persoalan mengenai mentalitas dan imajinasi. Berkaca pada banyak pendapat bahwa yang mengubah manusia paling utama adalah mentalitas dan imajinasi. Dengan demikian, keamanan karier mensyaratkan adanya mentalitas pemenang dan imajinasi positif.

Mentalitas pemenang beroperasi pada semangat dan kepercayaan diri sendiri untuk bisa bersaing. Ini sama halnya seperti mentalitas pengusaha. Mentalitas pengusaha selalu berpikiran bahwa keberhasilan meraih visi (cita-cita) karena ketekunan dan pantang menyerah dari diri sendiri.

Imajinasi positif dimaksud adalah tanamkan dalam pikiran bahwa penggagas ide adalah diri kita sendiri. Imajinasi bermain pada ranah inovasi dan kreativitas. Apabila kreativitas dan inovasi sudah bisa terpenuhi dengan baik, peluang kesuksesan semaki terbuka lebar.

Imajinasi positif sendiri merupakan ibu dari kemauan belajar (pribadi pembelajar). Dengan belajar maka kecanggungan dalam kelambanan mengasah, menyiasati perubahan keterampilan dan kesulitan beradaptasi dengan pengetahuan baru akan terpinggirkan.

Karier tak lain dan tak bukan bertumpu pada kreativitas dan daya inovasi para karyawan. Dalam banyak kasus karyawan-karyawan yang mampu menapaki karier sampai tingkat optimal, lantaran kecerdasan dalam mengelola kreativitas dan kecakapan dalam mencipta inovasi yang dibalut dengan mentalitas pemenang.

Nah, sekarang sudah tahu kan perbedaan antara pekerjaan dengan karier. Mungkin, sebagian orang mungkin beranggapan ahwa mencari pekerjaan itu sulit. Padahal dalam kenyataanya ada hal yang lebih sulit, yaitu mencapai kesuksesan dalam berkarier.

Demikian lah artikel mengenai pekerjaan dan karier. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.
Baca artikel lainnya di AnneAhira.com

Safer Internet Day Madiun

Safer Internet Day Madiun
Safer Internet Day Madiun
Hari ini kita merayakan yang namanya Safer Internet Day atau hari keamanan Internet sedunia. Maka dari itu, para relawan TIK Madiun ikut andil dalam pembuatan acara yang dimulai dari pukul 07.00 sampai dengan 21.00. Acara ini diadakan diberbeda tempat, yaitu pertama di MIN Demangan Madiun, setelah itu dilanjutkan di MTsN Madiun pada pukul 10.00 sampai dengan 11.30 kemudian istirahat. Dilanjutkan lagi pada pukul 12.00 - 14.00 di SMK Cendekia Madiun. Setelah itu istirahat kemudian dilanjutkan lagi pada pukul 19.00 di De-Klop Mini Club.

Madiun Semangat FOSS

Madiun Semangat FOSS
facebook.com/salokatama
Siapa bilang semangat FOSS hanya ada di kota-kota besar saja? Madiun perlu dicontoh oleh kota-kota lainnya. Meskipun belum punya fasilitas yang memadai, Madiun bisa bangkit dan hidup dalam semangat FOSS.

Dengan bekal semangat yang terus menerus dibakar, pecinta FOSS Madiun mampu mengadakan berbagai macam kegiatan yang pada intinya adalah ajakan untuk menggunakan FOSS. Tidak itu saja, Madiun juga semangat sekali mengajak desa untuk bisa berlenggak-lenggok di dunia teknologi. Sperti kita ketahui bersama bahwa desa identik dengan masyarakat yang kental tradisi dan minim informasi.

BlankOn Linux di Sawahan Madiun

Perlahan namun pasti, satu persatu PC milik perangkat desa Sawahan, Madiun, Jawa Timur dipasang BlankOn Linux oleh Pak Yosep (OpenMadiun.com). Dengan penuh kesabaran, Pak Yosep menunggu satu persatu PC untuk dijejali BlankOn Linux. BlankOn yang digunakan adalah khusus untk muslim yaitu BlankOn sajadah.

BlankOn Linux di Sawahan Madiun
.facebook.com/salokatama

Desa Sawahan Madiun Siap diblankoni

Desa Sawahan Madiun Siap diblankoni
Sumber: facebook.com/salokatama
Semangat Open Source ternyata bukan hanya milik pengembang atau mahasiswa yang berkecimpung didalam Gerakan Indonesia Go Open Source, tapi juga para perangkat desa Sawahan, Madiun, Jawa Timur.

Dengan berbekal Laptop, mereka dengan sungguh-sungguh mempelajari dan menyelami apa saja yang ditawarkan oleh BlankOn Linux. BlankOn Linux merupakan OS yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.